Tampilkan postingan dengan label Reptil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reptil. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 September 2015

Sanca Kembang - Taman Jurug


Mengalami pergantian kulit beberapa kali, merendam tubuhnya kedalam air dan tidak makan setiap kali mengalami pergantian kulit, kembali makan apabila pergantian kulit selesai. Mempunyai belitan yang mematikan. Ular ini lebih senang menunggu daripada aktif berburu.

Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan  : Animalia
Filum  : Chordata
Kelas  : Reptilia
Ordo  : Squamata
Sub Ordo  : Serpentes
Famili  : Pythonidae
Genus  : Phyton
Spesies  : Phyton reticulates

DISKRIPSI
Sanca kembang termasuk ular tak berbisa, ukuran bisa mencapai 10m, sedangkan betina ukurannya lebih besar. Memiliki pola lingkaran besar berbentuk jala (reticula) tersusun warna hitam, kecoklatan, kuning dan putih di sepanjang sisi dorsal tubuh, sisik-sisik ventralnya lebih sempit dari lebar sisi bawah tubuhnya. Satu garis hitam tipis berjalan diatas kepala dari moncong hingga tengkuk.
PERILAKU
Mengalami pergantian kulit beberapa kali, merendam tubuhnya kedalam air dan tidak makan setiap kali mengalami pergantian kulit, kembali makan apabila pergantian kulit selesai. Mempunyai belitan yang mematikan. Ular ini lebih senang menunggu daripada aktif berburu.
REPRODUKSI
Jantan mulai kawin pada panjang tubuh sekitar 7-9 kaki, betina sekitar 11 kaki. Dewasa kelamin antara 2-4 tahun. Bertelur 10-100 butir. Telur “dierami” 80-100hari. Ular betina mengerami dengan cara melingkari telur sambil berkontraksi.
PAKAN
Pakannya antara lain kodok, kadal, ular kecil,anjing, monyet, babi hutan, rusa dan ikan.
HABITAT
Berada dihutan-hutan Asia Tenggara.

Selengkapnya lihat di http://plazatamanjurug.com
dan kunjungi Taman Jurug, Buka setiap hari jam 07.30 sd 17.00
untuk pengadaan event /edutainment hubungi 082135123882 - 085728609432 - 085647361739

Buaya - Taman Jurug


Hewan ini senang berendam dan masih bisa bernafas kendati mulutnya terbuka diair, karena lubang hidung dan matanya yang terletak menyembul ke permukaan air. Selama hidupnya gigi baru terus tumbuh, dan menyingkirkan gigi yang lama dari rongganya.

Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan  : Animalia
Filum  : Chordata
Kelas  : Sauropsida
Ordo  : Crocodilia
Famili  : Crocodylidae
Genus   : Crocodylus
Spesies  : Crocodylus porosus

DISKRIPSI
Moncong spesies ini cukup lebar dan tidak punya sisik lebar pada tengkuknya. Panjang tubuh termasuk ekor bisa mencapai 12 m. Spesies ini tidak mempunyai pengait kepala tetapi mempunyai tonjolan yang berpasangan dan saling bertemu menuju ke hidung.
PERILAKU
Hewan ini senang berendam dan masih bisa bernafas kendati mulutnya terbuka diair, karena lubang hidung dan matanya yang terletak menyembul ke permukaan air. Selama hidupnya gigi baru terus tumbuh, dan menyingkirkan gigi yang lama dari rongganya.
REPRODUKSI
Berkembang biak dengan bertelur, perkawinan dilakukan di air. Dua bulan kemudian betiana bertelur jumlahnya ± 100butir, menetas 8-12 minggu.
PAKAN
Aktif mencari  pakan dimalam hari, berupa serangga, katak, ikan, molusca dan crustacea
HABITAT
Hidup di sungai dan di laut dekat muara. Penyebarannya di seluruh perairan Indonesia, Sri Lanka, Bangladesh, India hingga perairan Polinesia .

Selengkapnya lihat di http://plazatamanjurug.com
dan kunjungi Taman Jurug, Buka setiap hari jam 07.30 sd 17.00
untuk pengadaan event /edutainment hubungi 082135123882 - 085728609432 - 085647361739

Biawak - Taman Jurug


Biawak mampu memanjat pohon dengan jari-jarinya yang kuat, merupakan perenang yang bagus. Ekor digunakan untuk menjaga keseimbangan saat berenang dan mempertahankan diri dari musuh. Ekornya tidak bisa ditanggalkan seperti kadal-kadal lainnya.

Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan  : Animalia
Filum  : Chordata
Kelas  : Reptil
Ordo  : Squamata
Famili  : Varanidae
Genus   : Varanus
Spesies  : Varanidae

DISKRIPSI
Biawak adalah sebangsa reptile golongan kadal besar. Badannya ramping, leher dan ekornya panjang serta lidahnya bercabang. Warna kulit coklat tua terdapat bentukan melingkar berwarna kuning seperti cincin dari dada sampai ekor.
PERILAKU
Biawak mampu memanjat pohon dengan jari-jarinya yang kuat, merupakan perenang yang bagus. Ekor digunakan untuk menjaga keseimbangan saat berenang dan mempertahankan diri dari musuh. Ekornya tidak bisa ditanggalkan seperti kadal-kadal lainnya.
REPRODUKSI
Berkembang biak dengan bertelur. Telur disimpan dipasir atau lumpur di tepian sungai bercampur dengan daun-daun busuk dan ranting. Panas sinar matahari dan proses pembusukan serasah akan menghangatkan telur sehingga menetas.
PAKAN
Biawak memangsa aneka serangga, ketam (yuyu), berbagai jenis kodok, ikan, kadal, burung dan telurnya serta mamalia kecil seperti tikus dan cerurut.  Biawak juga memakan bangkai, telur kura-kura, penyu atau buaya.
HABITAT
Biawak menghuni tepi-tepi sungai (saluran air), tepian danau, pantai dan rawa-rawa termasuk rawa bakau. Diperkotaan biawak kerap pula ditemukan hidup digorong-gorong saluran air yang bermuara ke sungai.

Selengkapnya lihat di http://plazatamanjurug.com
dan kunjungi Taman Jurug, Buka setiap hari jam 07.30 sd 17.00
untuk pengadaan event /edutainment hubungi 082135123882 - 085728609432 - 085647361739