Selasa, 08 September 2015

Kakaktua Jambul Kuning - Taman Jurug


Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan    : Animalia
Filum    : Chordata
Kelas    : Aves
Ordo    : Passeriformes
Famili    : Cacatuidae
Genus    : Cacatua
Spesies    : Cacatua sulphurea

DISKRIPSI
Burung ini hampir semua bulunya berwarna putih. Dikepalanya terdapat jambul berwarna kuning yang dapat ditegakkan dan diturunkan bila sedang bersuara dan bertengger dipohon. Kakaktua-kecil jambul kuning berparuh hitam, paruh atas lebih panjang daripada paruh bawah. Kulit disekitar matanya berwarna kebiruan dan kakinya berwarna abu-abu. Bulu-bulu terbang dan ekornya juga berwarna kuning. Burung betina serupa dengan burung jantan.

PERILAKU
Satwa ini hidup berpasangan, sangat mencolok ketika terbang dan saling berteriak. Burung ini mempunyai kebiasaan berpegang pada dahan.

REPRODUKSI
Burung betina bertelur lebih dari 3 butir dan dierami bergantian antara jantan dan betina.

PAKAN
Pakan Kakaktua-kecil jambul kuning terdiri dari biji-bijian, kacang-kacangan dan aneka buah-buahan.

HABITAT
Daerah sebaran Kakaktua-kecil jambul kuning adalah kepulauan Sunda Kecil, Sulawesi, Bali, Timor Barat, Timor Timur, dimana terdapat hutan-hutan primer dan sekunder.

Selengkapnya lihat di http://plazatamanjurug.com
dan kunjungi Taman Jurug, Buka setiap hari jam 07.30 sd 17.00
untuk pengadaan event /edutainment hubungi 082135123882 - 085728609432 - 085647361739

Nuri Bayan - Taman Jurug


Burung ini suka memanjat karena struktur kakinya yang terdiri dari dua pasang jari kaki, yang sepasang menghadap ke depan dan yang lainnya menghadap ke belakang.  Memegang teralis kandang dengan paruhnya.

Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan  : Animalia
Filum  : Chordata
Kelas  : Aves
Ordo  : Psittaciformes
Famili  : Psittacidae
Genus  : Eclectus
Spesies  : Eclectus roratus

DISKRIPSI
Nuri Bayan jantan memiliki bulu hijau, bawah sayap dan sisi dada berwarna merah dan biru, dan kaki berwarna abu-abu kehitaman. Paruh atas berwarna jingga kemerahan dengan ujung kuning, paruh bagian bawah berwarna hitam. Burung betina memiliki bulu merah, dada dan punggung biru keungguan, dan paruh berwarna hitam. Umumnya, betina berukuran lebih kecil dari jantan.
PERILAKU
Burung ini suka memanjat karena struktur kakinya yang terdiri dari dua pasang jari kaki, yang sepasang menghadap ke depan dan yang lainnya menghadap ke belakang.  Memegang teralis kandang dengan paruhnya.
REPRODUKSI
Burung bayan bersarang dalam lubang-lubang pohon dengan hasil telur 2-4 butir berwarna putih.
PAKAN
Pakan Nuri Bayan, seperti burung paruh bengkok lainnya terdiri dari aneka buah-buahan, kacang-kacangan, sayuran dan biji-bijian.
HABITAT
Daerah sebaran Nuri Bayan adalah di hutan dataran rendah, savana, hutan bakau dan perkebunan kelapa di Maluku, kepulauan Sunda Kecil, Irian, Australia, Papua Nugini dan kepulauan Solomon.

Selengkapnya lihat di http://plazatamanjurug.com
dan kunjungi Taman Jurug, Buka setiap hari jam 07.30 sd 17.00
untuk pengadaan event /edutainment hubungi 082135123882 - 085728609432 - 085647361739

Bangau Tong Tong - Taman Jurug


Kebiasaan hidupnya sendiri berpasang-pasangan, mempunyai sifat pendiam tapi bila diganggu paruhnya akan berderak-derak. Bangau memiliki kemampuan adaptasi untuk mengarungi air yang dangkal dan rawa-rawa.

Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan  : Animalia
Filum  : Chordata
Kelas  : Aves
Ordo  : Ciconiiformes
Famili  : Ciconiidae
Genus  : Leptoptilos
Spesies  : Leptoptilos javanicusbiu

DISKRIPSI
Burung ini mempunyai tubuh besar. Tungkai, leher dan paruh panjang. Kakinya berselaput. Bagian atas tubuhnya dan sayapnya berwarna hitam, namun perut dan bagian bawah ekor berwarna putih. Kepala botak, leher dan tenggorokan berwarna merah jambu dengan bulu kapas putih halus pada mahkota. Muka berwarna kuning, kaki berwarna coklat kehijauan sampai hitam, paruhnya berwarna pucat panjang dan tebal. Burung muda warnanya lebih kusam daripada burung dewasa.
PERILAKU
Kebiasaan hidupnya sendiri berpasang-pasangan, mempunyai sifat pendiam tapi bila diganggu paruhnya akan berderak-derak. Bangau memiliki kemampuan adaptasi untuk mengarungi air yang dangkal dan rawa-rawa.
REPRODUKSI
Burung ini bertelur, telurnya berwarna putih dierami oleh induk jantan dan betina bergantian selama 34 hari.
PAKAN
Burung ini memakan kodok, serangga besar, burung kecil, kadal, kerang dan siput.
HABITAT
Membentuk kelompok dengan bangau lain atau elang bersarang didaerah hutan, suka mengunjungi sawah, padang rumput, dan mangrove. Tersebar di India, Cina Selatan, Asia Tenggara dan Sunda besar.

Selengkapnya lihat di http://plazatamanjurug.com
dan kunjungi Taman Jurug, Buka setiap hari jam 07.30 sd 17.00
untuk pengadaan event /edutainment hubungi 082135123882 - 085728609432 - 085647361739

Sanca Kembang - Taman Jurug


Mengalami pergantian kulit beberapa kali, merendam tubuhnya kedalam air dan tidak makan setiap kali mengalami pergantian kulit, kembali makan apabila pergantian kulit selesai. Mempunyai belitan yang mematikan. Ular ini lebih senang menunggu daripada aktif berburu.

Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan  : Animalia
Filum  : Chordata
Kelas  : Reptilia
Ordo  : Squamata
Sub Ordo  : Serpentes
Famili  : Pythonidae
Genus  : Phyton
Spesies  : Phyton reticulates

DISKRIPSI
Sanca kembang termasuk ular tak berbisa, ukuran bisa mencapai 10m, sedangkan betina ukurannya lebih besar. Memiliki pola lingkaran besar berbentuk jala (reticula) tersusun warna hitam, kecoklatan, kuning dan putih di sepanjang sisi dorsal tubuh, sisik-sisik ventralnya lebih sempit dari lebar sisi bawah tubuhnya. Satu garis hitam tipis berjalan diatas kepala dari moncong hingga tengkuk.
PERILAKU
Mengalami pergantian kulit beberapa kali, merendam tubuhnya kedalam air dan tidak makan setiap kali mengalami pergantian kulit, kembali makan apabila pergantian kulit selesai. Mempunyai belitan yang mematikan. Ular ini lebih senang menunggu daripada aktif berburu.
REPRODUKSI
Jantan mulai kawin pada panjang tubuh sekitar 7-9 kaki, betina sekitar 11 kaki. Dewasa kelamin antara 2-4 tahun. Bertelur 10-100 butir. Telur “dierami” 80-100hari. Ular betina mengerami dengan cara melingkari telur sambil berkontraksi.
PAKAN
Pakannya antara lain kodok, kadal, ular kecil,anjing, monyet, babi hutan, rusa dan ikan.
HABITAT
Berada dihutan-hutan Asia Tenggara.

Selengkapnya lihat di http://plazatamanjurug.com
dan kunjungi Taman Jurug, Buka setiap hari jam 07.30 sd 17.00
untuk pengadaan event /edutainment hubungi 082135123882 - 085728609432 - 085647361739

Buaya - Taman Jurug


Hewan ini senang berendam dan masih bisa bernafas kendati mulutnya terbuka diair, karena lubang hidung dan matanya yang terletak menyembul ke permukaan air. Selama hidupnya gigi baru terus tumbuh, dan menyingkirkan gigi yang lama dari rongganya.

Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan  : Animalia
Filum  : Chordata
Kelas  : Sauropsida
Ordo  : Crocodilia
Famili  : Crocodylidae
Genus   : Crocodylus
Spesies  : Crocodylus porosus

DISKRIPSI
Moncong spesies ini cukup lebar dan tidak punya sisik lebar pada tengkuknya. Panjang tubuh termasuk ekor bisa mencapai 12 m. Spesies ini tidak mempunyai pengait kepala tetapi mempunyai tonjolan yang berpasangan dan saling bertemu menuju ke hidung.
PERILAKU
Hewan ini senang berendam dan masih bisa bernafas kendati mulutnya terbuka diair, karena lubang hidung dan matanya yang terletak menyembul ke permukaan air. Selama hidupnya gigi baru terus tumbuh, dan menyingkirkan gigi yang lama dari rongganya.
REPRODUKSI
Berkembang biak dengan bertelur, perkawinan dilakukan di air. Dua bulan kemudian betiana bertelur jumlahnya ± 100butir, menetas 8-12 minggu.
PAKAN
Aktif mencari  pakan dimalam hari, berupa serangga, katak, ikan, molusca dan crustacea
HABITAT
Hidup di sungai dan di laut dekat muara. Penyebarannya di seluruh perairan Indonesia, Sri Lanka, Bangladesh, India hingga perairan Polinesia .

Selengkapnya lihat di http://plazatamanjurug.com
dan kunjungi Taman Jurug, Buka setiap hari jam 07.30 sd 17.00
untuk pengadaan event /edutainment hubungi 082135123882 - 085728609432 - 085647361739

Biawak - Taman Jurug


Biawak mampu memanjat pohon dengan jari-jarinya yang kuat, merupakan perenang yang bagus. Ekor digunakan untuk menjaga keseimbangan saat berenang dan mempertahankan diri dari musuh. Ekornya tidak bisa ditanggalkan seperti kadal-kadal lainnya.

Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan  : Animalia
Filum  : Chordata
Kelas  : Reptil
Ordo  : Squamata
Famili  : Varanidae
Genus   : Varanus
Spesies  : Varanidae

DISKRIPSI
Biawak adalah sebangsa reptile golongan kadal besar. Badannya ramping, leher dan ekornya panjang serta lidahnya bercabang. Warna kulit coklat tua terdapat bentukan melingkar berwarna kuning seperti cincin dari dada sampai ekor.
PERILAKU
Biawak mampu memanjat pohon dengan jari-jarinya yang kuat, merupakan perenang yang bagus. Ekor digunakan untuk menjaga keseimbangan saat berenang dan mempertahankan diri dari musuh. Ekornya tidak bisa ditanggalkan seperti kadal-kadal lainnya.
REPRODUKSI
Berkembang biak dengan bertelur. Telur disimpan dipasir atau lumpur di tepian sungai bercampur dengan daun-daun busuk dan ranting. Panas sinar matahari dan proses pembusukan serasah akan menghangatkan telur sehingga menetas.
PAKAN
Biawak memangsa aneka serangga, ketam (yuyu), berbagai jenis kodok, ikan, kadal, burung dan telurnya serta mamalia kecil seperti tikus dan cerurut.  Biawak juga memakan bangkai, telur kura-kura, penyu atau buaya.
HABITAT
Biawak menghuni tepi-tepi sungai (saluran air), tepian danau, pantai dan rawa-rawa termasuk rawa bakau. Diperkotaan biawak kerap pula ditemukan hidup digorong-gorong saluran air yang bermuara ke sungai.

Selengkapnya lihat di http://plazatamanjurug.com
dan kunjungi Taman Jurug, Buka setiap hari jam 07.30 sd 17.00
untuk pengadaan event /edutainment hubungi 082135123882 - 085728609432 - 085647361739

Orangutan - Taman Jurug


Satwa ini hidup berkelompok dan diatas pohon, jarang turun ketanah dan tidak berperilaku mempertahankan daerah kekuasaan. Jantan dewasa biasanya berkelana sendiri dan hanya berhubungan dengan betina saat mau kawin.

Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan  : Animalia
Filum  : Chordata
Kelas  : Mammalia
Ordo  : Primates
Famili  : Hominidae
Genus   : Pongo
Spesies  : Pongo pygmaeus

DISKRIPSI
Orangutan adalah sejenis kera besar dengan lengan panjang dan kuat, berbulu kemerahan kadang cokelat, leher besar, kaki pendek dan tertunduk serta tidak mempunyai ekor. Orangutan jantan dewasa berukuran 1-1,4m dan kedua sisi muka terdapat gelambir pipi. Betina berukuran lebih kecil dan tidak bergelambir.  Mereka mempunyai 4 jari-jari panjang ditambah 1 ibu jari.
PERILAKU
Satwa ini hidup berkelompok dan diatas pohon, jarang turun ketanah dan tidak berperilaku mempertahankan daerah kekuasaan. Jantan dewasa biasanya berkelana sendiri dan hanya berhubungan dengan betina saat mau kawin.
REPRODUKSI
Musim kawin ditandai dengan perkelahian antara pejantan. Orang utan betina dewasa kelamin pada usia 7-10 tahun, siklus menstruasi 2-9 hari, lama bunting antara 8,5 - 9 bulan. Anak yang dilahirkan 1 ekor, disusui hingga 3 tahun dan mandiri usia 6-7 tahun.
PAKAN
Termasuk hewan omnivore. Daun-daunan, biji-bijian, kulit kayu, tunas tanaman (yang lunak), bunga-bungaan, dan buah-buahan termasuk serangga dan hewan-hewan kecil merupakan makanannya.
HABITAT
Hutan hujan tropis Asia Tenggara terutama diwilayah Kalimantan dan Sumatera.

Selengkapnya lihat di http://plazatamanjurug.com
dan kunjungi Taman Jurug, Buka setiap hari jam 07.30 sd 17.00
untuk pengadaan event /edutainment hubungi 082135123882 - 085728609432 - 085647361739